Kajian Produksi Dan Distribusi Benih Sumber Kedelai FS Dan SS Mendukung Penyebaran Varietas Unggul Baru Di Nusa Tenggara Barat

Pin It

Arah pengembangan kedelai ke depan adalah pencapaian swasembada pada tahun 2020 dengan target produksi sebesar 2,7 juta ton, luas areal tanam 1,8 juta ha dan produktivitas sebesar 1,48 t/ha (Kementan, 2017). Hal ini didasari oleh besarnya kebutuhan kedelai sebagai pangan yang tinggi. Konsumsi yang tinggi terhadap kedelai seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk.Sudaryanto dan Swastika 2007 juga menyebutkan disamping sebagai pangan kedelai juga dapat digunakan sebagai pakan ternak. Nurusa, 2007 dalam indrayani 2011 menyebutkan bahwa kebutuhan rata-rata kedelai perorang pertahun 10,2 kg kedelai perkapita pertahun atau 28 grm kedelai perkapita perhari, 50% dikonsumsi dalam bentuk tempe,40% berupa tahu dan 10% berbasis kedelai dengan macam produk lainya. Sehingga diupayakan menyediakan dan memproduksi benih dan melakukan distribusi.
Untuk memenuhi konsumsi dalam negeri serta menekan laju inpor maka program dari hulu hingga hilir harus lebih terarah,terpadu dan berkesinambungan. Proses penyediaan benih melalui Jalur benih antar lapang dan musim masih perlu dibenahi untuk kesinambungan ketersedian benih bagi petani kedelai. Sebagai upaya untuk membangun pertanian komoditas kedelai menjadi komoditas unggulan. Benih merupakan komponen saprodi yang membawa sifat varietas tanaman , input yang utama dalam produksi pertanian khususnya dalam produksi benih kedelai. Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul akan menghasilkan tanaman yang lebih produktif, Untuk meningkatkan penggunaan dan penyebaran benih bermutu. Kelly 1988 menyebutkan bahwa dalam proses mempersiapkan benih yang baik maka komponen mutu menjadi komponen yang utama, apabila mutu benih diabaikan maka seluruh tatanan membangun sistem perbenihan akan menjadi rusak.

+ Selengkapnya...