Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

300 Teknologi Inovatif
ktt
Tekno Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Berita


Temu Lapang Peningkatan Indeks Pertanaman Padi dan Penanaman Perdana Jagung Hibrida di Lombok Tengah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh MF.Matenggomena   
Kamis, 16 Agustus 2018 15:09

Salah satu strategi peningkatan produktivitas padi dan jagung dalam program upaya khusus (Upsus) komoditas strategis Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan, adalah melalui peningkatan Indeks Pertanaman dengan memanfaatkan sumberdaya lahan dan air yang tersedia secara optimal. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan NTB yang ditugaskan untuk melakukan pengawalan dan pendampingan teknologi dalam program Upsus, telah melaksanakan demfarm peningkatan indeks pertanaman padi seluas 7 ha dengan memanfaatkan air sungai dengan sistem pompanisasi pada MK I/2017dengan menggunakan padi Varietas Unggul Baru (VUB) umur genjah yaitu varietas Inpari 19 dan Inpari 30 Ciherang sub 1 di kelompok tani Tenandon Desa Penunjak Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah.

Guna mensosialisasikan dan mendiseminasikan hasil denfarm kepada para pengguna (petani, penyuluh, petugas dinas/instansi terkait dan swasta) sekaligus mendapatkan informasi umpan balik/respon para pengguna terhadap hasil penerapan inovasi teknologi denfarm BPTP Balitbangtan NTB melaksanakan temu lapang penerapan inovasi teknologiyang dirangkai dengan panen padi hasil denfarmdan penanaman jagung Hibrida untuk MK.II/2017 pada Rabu (5/07/2017). Acara Temu Lapang dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB,, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Lombok Tengah, Kepala UPTD Pertanian dari 5 Kecamatan, yaitu Praya Barat, Praya, Praya Barat Daya, Jonggat dan Pujut, PPL dan perwakilan petani dari 5 Kecamatan , Babinsa Desa  Penunjak, dan peneliti BPTP Balitbangtan NTB.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB yang diwakili   Dr. Ir. Awaludin Hipi, M.Si., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa NTB merupakan  salah satu provinsi yang berhasil mewujudkan swasembada pangan dengan penghasil beras urutan ke-6 di Indonesia, dan  tidak lagi mengimpor beras dari tahun 2016.

Lebih lanjut Awaludin Hipi menyampaikan bahwa program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) bertujuan untuk menjaga stabilitas produksi beras dengan cara meningkatkan produksi dan produktivitas padi melalui penambahan luas tanam dan mengintroduksi inovasi teknologi kepada petani. Menurut Awaludin petani di Kabupaten Lombok Tengah khususnya di Desa Penunjak Kecamatan Praya Barat terbiasa melakukan satu kali penanaman padi yaitu hanya pada musim hujan (MH), kedelai (MK1) dan Bero (MK2). Berdasarkan pengamatan BPTP Balitbangtan NTB bahwa di Desa Penunjak masih tersedia sumber daya air yang memungkinkan untuk dimanfaatkan guna meningkatkanIP padi, yaitu menanam padi 2 kali setahun pada MH dan MKI serta dilanjutkan dengan menanam jagung varietas hibrida 20 URI pada  MK II Yang merupakan varietas unggul Balitbangtan produksi anak bangsa.

Peneliti BPTP Balitbangtan NTB Hiryana Windiyani, MP. sebagai pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa ketersediaan air di Desa Penunjak masih memungkinkan untuk  meningkatkan IP dengan menanam kembali padi pada MK1 dengan mengintroduksi komponen teknologi, antara lain menggunakan varietas yang berumur pendek (genjah) seperti Inpari 19 ( 104 hss) dan 30 Ciherang sub 1 (111 hss), penanaman menggunakan sistem jajar legowo 2:1 dan pengendalian hama penyakit secara terpadu. Berdasarkan data hasil ubinan menunjukkan bahwa dengan smenerapkan komponen teknologi introduksi (denfarm) terjadi peningkatan produktivitas dari 3,8 ton/ha GKP menjadi 6,8 ton/ha GKP.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Ir. L. Muhammad Syafriari, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Lombok Tengah merupakan sentra penghasil beras di NTB, maka perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya peningkatan IP serta penerapan teknologi yang telah dihasilkan oleh BPTP Balitbangtan NTB.

Lebih lanjut Syafriari mengharapkan produktivitas padi inpari 19 dan 30 Ciherang Sub 1 pada saat ini perlu ditingkatkan lagi agar dapat mencapai potensi hasilnya yaitu 9,5 ton/ha melalui penyempurnaan teknologi. Komponen teknologi yang juga bisa dikembangkan oleh petani adalah pemanfaatan jerami padi untuk pembuatan pupuk organik dan penggunaan alat mesin pertanian yang telah disiapkan oleh pemerintah melalui Brigade Alsintan di setiap daerah..

Beberapa harapan petani yang disampaikan dalam acara diskusi antara lain perbaikan infrastruktur pengairan, penyaluran pupuk disesuaikan dengan waktu tanam, dan pemasaran jagung. Narasumber dari Dinas Pertanian Provinsi, Dinas PU Kabupaten Lambok tengah, BPTP Balitbangtan NTB, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah dapat memberikan solusi dari harapan peserta diskusi. (MF.Matenggomena)

 
Fokus Group Discussion Varietas Lokal Padi dan Sayuran di Kabupaten Lombok Utara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh MF. Matenggomena   
Kamis, 16 Agustus 2018 14:41

Focus Group Discussion (FGD) varietas lokal padi dan sayuran telah dilaksanakan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (26/05/2017). FGD dihadiri sekitar 45 orang peserta terdiri dari unsur Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Utara, UPTD Pertanian Kecamatan Kayangan, PPL, Peneliti BPTP Balitbangtan NTB, Kepala Desa dan petani Desa Gumantar. FGD bertujuan menumbuhkan kesadaran petani dan pihak terkait akan pentingnya pemahaman dan pendaftaran varietas lokal, mengiventarisasi dan mengidentifikasi varietas lokal tanaman padi dan sayuran dalam upaya pelestarian dan percepatan pendaftaran varietas lokal yang terdapat di Kabupaten Lombom Utara.

Menurut Fitratunnisa, SP MSi selaku penanggung jawab kegiatan menyatakan bahwa pelestarian Sumber Daya Genetic (SDG) sangat diperlukan sebagai upaya kita bersama untuk menjaga dan melindungi varietas lokal dari ancaman kepunahan yang disebabkan antara lain oleh perubahan habitat, masuknya spesies asing, eksploitasi berlebihan, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, kebakaran hutan dan perubahan fungsi lahan. Lebih lanjut dikatakan bahwa Balai  Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB mempunyai tugas pelayanan yaitu melaksanakan pengkajian dan mendiseminasikan inovasi teknologi spesifik lokasi serta mendukung program pemerintah untuk melestarikan keanekaragaman hayati tanaman pertanian  melalui pendaftaran varietas lokal yang ada dan dibudidayakan secara turun temurun oleh petani sebagai kekayaan sumber daya genetik NTB.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB Dr.Ir.M.Saleh Mokhtar,MP dalam sambutannya menegaskan    bahwa menjaga kelestarian sumber daya genetik lokal  sangat penting agar tidak dikembangkan oleh negara lain, sehingga Badan Litbang Pertanian berusaha tetap menjaga varietas lokal di seluruh Indonesia yang disimpan di Bank Genetik. Melalui FGD diharapkan peserta dapat memberikan informasi tentang varietas lokal unggulan yang dibudidayakan secara turun temurun khususnya di Desa Gumantar untuk didaftarkan kepada Kementerian  Pertanian selanjutnya akan disimpan di Bank Genetik, dikembangkan dan dilepas sebagai varietas lokal Kabupaten Lombok Utara.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Utara yang diwakili  Sekretaris Dinas   Wahyu Darmawan mengapresiasi kegiatan identifikasi varietas lokal padi yang dilakukan oleh BPTP Balitbangtan NTB. Kegiatan ini akan diusulkan menjadiprogram Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk melindungi semua plasma nutfah lokal agar tidak punah.

Informasi yang di dapatkan dari hasil diskusi pada kegiatan FGD ini adalah: terdapat tujuh varietas padi lokal yang dibudidayakan secara turun temurun yang menjadi kawajiban adat dalam satu hamparan  oleh petani di Dusun Tenggorong   Desa Gumantar yaitu:  Pare Anyar, Reket Nanas, Pare Jarak, Reket Kondo, Pare Putih, Reket Bireng, Pare Agel. Adapun jenis sayur lokal terdiri dari Lengge, Komak Tokol, Komak Sunting, dan Lebui, selain itu ada juga jenis sorgum lokal yaitu Elas dan Jemawut. (MF. Matenggomena)

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com