Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ePetani
ktt
phslb
300 Teknologi Inovatif
Tekno Inovatif

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Berita


Penjajakan Kerjasama Pengembangan Padi-plus Mineral bersama International Rice Research Institute PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Nurul Hilmiati   
Jumat, 27 Februari 2015 00:00

Sebagai lembaga penelitian yang memiliki peranan strategis dalam pencapaian swasembada pangan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB) terus melakukan upaya kerjasama dengan berbagai lembaga penelitian dalam dan luar negeri untuk mendukung program pemerintah tersebut. Pada Jumat, 20/2/2015, BPTP NTB mendapat kunjungan dari tim International Rice Research Institute (IRRI). Rombongan yang berjumlah 10 orang terdiri dari peneliti di bidang Genetika, Agronomi, Biologi, dan Komunikasi yang dipimpin oleh Dr. Inez H. Slamet – Loedin yang merupakan peneliti di bidang Transformasi Genetik. Inez menyampaikan bahwa kunjungan tim bertujuan untuk menjajaki peluang kerjasama dengan BPTP NTB untuk pengembangan varietas padi baru yang akan dihasilkan oleh IRRI dimana jenis padi tersebut nanti akan mengandung mineral Zn (zink) dan Fe (zat besi) yang lebih tinggi. Disebutkan bahwa Indonesia masuk dalam daftar 17 negara yang mengalami kekurangan mineral Zn dan Fe terutama pada anak-anak dimana salah satu cirinya adalah pertumbuhan yang lambat, kekerdilan serta kekurangan darah atau anemia.

Kepala BPTP NTB, Dr. Dwi Praptomo yang langsung menerima rombongan di ruang kerjanya menyambut baik maksud kedatangan tim IRRI. Disebutkan oleh Dwi Praptomo bahwa banyak daerah-daerah di Provinsi NTB yang anak-anaknya mengalami kekurangan mineral. Oleh karena itu, pengembagan padi yang sekaligus mengandung mineral tersebut merupakan salah satu langkah yang tepat untuk mengatasi masalah kekurangan mineral tersebut, terutama di daerah-daerah pelosok dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah.

Selanjutnya tim IRRI berksempatan meninjau tanaman padi di beberapa petani di Kabupaten Lombok Tengah yang merupakan binaan BPTP NTB. Kunjungan lapang ini didampingi oleh tim BPTP yaitu L. Wijaswadi sebagai ahli tanaman padi dan Nurul Hilmiati sebagai praktisi komunikasi pembangunan partisipatif. Dalam kunjungan ke petani, tim IRRI banyak menggali informasi tentang pereferensi varietas padi yang disukai oleh petani serta metode penyebarluasan penggunaan sebuah teknologi baru di kalangan petani. Inez beberapa kali menggaris bawahi bahwa kandungan mineral Zn dan Fe tersebut nanti akan dititipkan pada varietas padi yang disukai oleh petani sehingga diharapkan penggunaannya bisa menyebar luas. Di akhir kunjungan lapang, tim IRRI berkesempatan untuk melihat aktivitas menenun secara tradisional yang kegiatan sampingan petani padi Desa Sukarare Kabupaten Lombok Tengah. Penyusun berita : Nurul Hilmiati

 
BPTP NTB Melakukan Pengambilan Sampel Tanah Lahan Pertanian Yang Terkontaminasi Logam Berat di Lombok Tengah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh M.F. Matenggomena   
Kamis, 26 Februari 2015 13:28

Pengolahan biji emas secara tradisional di Kabupaten Lombok Tengah telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang memprihatinkan akibat pencemaran logam berat dari proses pengolahan tersebut. Bila hal ini dibiarkan akan berdampak pada   gangguan kesehatan masyarakat dan penurunan produksi hasil  pertanian.

Menyikapi hal tersebut, peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB  melakukan analisa  pencemaran logam berat di lahan pertanian dengan pengambilan sampel tanah pada lahan sawah yang terkena dampak pengolahan emas di Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah – NTB. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerjasama BPTP NTB dengan Balai Penelitian Lingkungan  Pertanian (Balingtan) Jawa Tengah. Pengambilan sampel ini  adalah tindak lanjut dari hasil Pengkajian BPTP NTB tentang Identifikasi Dampak Pengolahan Emas Secara Tradisional Terhadap Kualitas Produk Pertanian di Lahan Sawah Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat tahun 2013.

Peneliti BPTP NTB, Titin Sugiarti SP menjelaskan bahwa tujuan pengambilan sampel tersebut adalah untuk melihat kandungan bakteri yang dapat mengurai logam berat.  Lebih lanjut, Titin mengungkapkan bahwa  lahan pertanian yang terkontaminasi logam berat, banyak terdapat pada lahan olahan lapisan atas.” Tanah yang berada di lapisan ini diambil sebagai sampel untuk diteliti, jenis bakteri apa saja yang bisa mengurai atau tahan terhadap logam berat ”.demikian Titin menambahkan.

Selanjutnya tanah yang diambil sebagai sampel akan dikirim ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian di Jawa Tengah sebagai bahan uji coba. Tanah tersebut digunakan untuk menanam padi  di Laboratorium Gas Rumah Kaca Balingtan Jawa Tengah. (M.F. Matenggomena)

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com