Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
Tekno Inovatif
300 Teknologi Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

GP-PTT
PDF Cetak E-mail
Oleh Admin   
Senin, 25 Mei 2015 10:52

Komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan sehingga dari sisi Ketahanan Pangan Nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis.

Pengembangan sektor tanaman pangan merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang. Selain berperan sebagai sumber penghasil devisa yang besar, juga merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar penduduk Indonesia.

Salah satu strategi yang dilakukan dalam upaya memacu peningkatan produksi dan produktivitas usahatani padi dan jagung serta kedelai adalah dengan mengintegrasikan dukungan kegiatan antar sektor dan antar wilayah dalam pengembangan usaha pertanian.

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, telah memunculkan kerisauan akan terjadinya keadaan “rawan pangan” di masa yang akan datang. Selain itu, dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, terjadi pula peningkatan konsumsi  per-kapita untuk berbagai jenis pangan, akibatnya Indonesia membutuhkan tambahan ketersediaan pangan guna mengimbangi laju pertambahan penduduk yang masih cukup tinggi.

Berbagai upaya peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas telah dilaksanakan antara lain melalui Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) sejak tahun 2008 maupun melalui PTT atau peningkatan mutu intensifikasi pada tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan SL-PTT sebagai pendekatan pembangunan tanaman pangan, khususnya dalam mendorong peningkatan produksi nasional telah terbukti mengungkit pencapaian produksi, namun kedepan dengan berbagai tantangan yang lebih beragam maka diperlukan penyempurnaan dan atau peningkatan kualitas baik pada tatanan perencanaan dan operasionalisasi di lapangan.

Perencanaan pembangunan pertanian pada periode RPJM 2015-2019 telah ditetapkan fokus pada lokasi pengembangan kawasan. Komoditas strategis dan unggulan nasional dikembangkan pada kawasan-kawasan andalan secara utuh, sehingga menjadi satu kesatuan dalam sistem pertanian bio-industri. Aktivitas usahatani dikelola dengan prinsip pertanian lestari dengan memanfaatkan agro-input yang ada di sekitar dan mengelola limbah dengan prinsip zero waste melalui reduce, re-use dan re-cycle.

Rancangan lokasi kawasan untuk pengembangan komoditas strategis/unggulan nasional akan menjadi bagian dari Dokumen Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019 sehingga mengikat bagi pusat dan daerah untuk secara konsisten mengembangkan kawasan dalam periode 5 tahun ke depan. Dengan demikian dalam 5 tahun kedepan akan dibangun kawasan di beberapa lokasi saja, namun diselesaikan secara tuntas baik pada aspek hulu, on-farm, hilir maupun penunjangnya. Sedangkan terkait pelayanan dasar di bidang pertanian tetap harus hadir dan dilaksanakan di seluruh Kabupaten/Kota seperti layanan perbenihan, pemupukan, pengendalian hama penyakit dan lainnya.

Dalam membangun sebuah kawasan, tidak harus dari awal tetapi bisa juga memanfaatkan kawasan yang sudah ada. Penanganan dan pengelolaan kawasan baru dan atau lama berbeda. Pembangunan pada kawasan baru lebih dominan pada pembangunan infrastruktur pertanian (JITUT, JIDES, penyediaan benih, prasarana penyuluhan dan lainnya) sedangkan pada kawasan yang sudah ada yang diperlukan adalah penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia sehingga mampu melakukan perluasan usaha bahkan mampu melakukan ekspor.

Pola perencanaan yang fokus pada lokasi kawasan komoditas tersebut, maka kegiatan pengembangan komoditas tidak tersebar ke seluruh kabupaten melainkan hanya beberapa kabupaten saja yang menjadi perioritas kawasan andalan. Pendekatan pengembangan pendekatan kawasan dirancang untuk meningkatkan efektivitas kegiatan, efisiensi anggaran dan mendorong keberlanjutan kawasan komoditas unggulan dengan pendekatan agroekosistem, sistem agribisnis, partisipatif dan terpadu.

Sejalan dengan hal tersebut diatas, maka pada tahun 2015 upaya peningkatan produksi padi difokuskan pada kawasan tanaman pangan, melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dengan fasilitasi bantuan sarana produksi (saprodi), tanam jajar legowo dan pertemuan kelompok pada seluruh areal program GP-PTT sebagai instrument stimulan disertai dengan dukungan pembinaan, pengawalan dan pemantauan oleh berbagai pihak.

Sejalan dengan fasilitasi bantuan yang diberikan pemerintah pada seluruh areal program, dialokasikan pada kawasan dan non kawasan/rintisan/regular. Dalam GP-PTT petani dapat langsung menerapkan teknologi budidaya spesifik lokasi yang merupakan hasil rekomendasi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) setempat.

Melalui GP-PTT petani akan mampu mengelola potensi sumberdaya yang tersedia secara terpadu dalam budidaya padi di lahan usahataninya spesifik lokasi, sehingga petani menjadi lebih terampil serta mampu mengembangkan usahataninya dalam rangka peningkatan produksi . Namun demikian wilayah di luar GP-PTT (pertanaman swadaya petani) harus tetap dilakukan pembinaan, pendampingan dan pengawalan sehingga produksi dan produktivitas tetap dapat meningkat, mengingat sasaran produksi yang telah ditetapkan meningkat dari tahun sebelumnya.

Dengan berbagai fasilitasi/stimulan yang diberikan pemerintah, diharapkan pelaksanaan GP-PTT berbasis kawasan dan non kawasan/rintisan/regular dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran sehingga dapat memberikan sumbangan terhadap peningkatan produktivitas dan produksi tahun 2015.

Agar upaya pencapaian sasaran produksi melalui kegiatan GP-PTT tahun 2015 dapat tercapai, maka perlu untuk menyusun Pedoman Teknis Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) sebagai acuan umum bagi semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan.

Dengan adanya pedoman teknis ini, semua pihak terkait akan berkontribusi secara positif sehingga akhirnya kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang berkontribusi terhadap pencapaian sasaran produksi. Mengingat tingginya keberagaman kondisi di masing-masing daerah dan kemampuan adopsi inovasi, maka pedoman teknis ini agar dilengkapi oleh Dinas Pertanian Provinsi dalam bentuk Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK), sehingga kegiatan tersebut dapat dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran, dan wajib dirinci secara teknis oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota sesuai dengan kondisi spesifik lokasi dalam bentuk Petunjuk Teknis (JUKNIS) Pelaksanaan Lapangan, agar lebih operasional sesuai kebutuhan di lapangan dan tidak multitafsir.

Buku Pedoman Pelaksanaan GP-PTT 2015 ini berisi kebijakan, strategi dan langkah aksi bagi pemerintah (pusat, provinsi dan kabupaten/kota) bersama stakeholders dalam melaksanakan program pengembangan tanaman pangan (padi, jagung serta kedelai) secara sinergis dan berkesinambungan untuk bersama-sama mencapai target produksi dan mewujudkan swasembada. Pedoman teknis ini disusun untuk menjadi acuan bagi seluruh pihak yang akan melaksanakan kegiatan ini.

Pedoman Teknis GP-PTT Padi

Pedoman Teknis GP-PTT Jagung

Pedoman Teknis GP-PTT Kedelai

 


Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com