Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
ePetani
phslb
Tekno Inovatif

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Hari Lapang Petani (FFD) Kegiatan Kaji Tindak Tumpangsari Cabe Besar dan Tomat di UPTD BPP Lingsar PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Fitrahtunnisa   
Kamis, 06 Oktober 2011 06:31

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 28 September 2011 ini dihadiri oleh Sekertaris Camat Lingsar, Kepala Badan BP4KKPD, Tim FEATI BPTP NTB, pengurus UP FMA, pengurus-pengurus Gapoktan, ketua-ketua kelompok tani, dan para pendamping kegiatan kaji tindak.

Kepala BPP Lingsar dalam sambutannya menjelaskan bahwa kecamatan Lingsar memiliki sawah 1861 Ha, kebun 2580 Ha, dan kolam ikan 55.000 Ha. Sebanyak 20% masyarakatnya bermata-pencaharian sebagai petani padi dan kacang tanah, sementara untuk komoditas hortikultra lainnya hanya sebagai selingan. Dalam budidaya tanaman hortikultura, petani  masih belum menggunakan dan memahami teknologi seperti penggunaan mulsa plastik, teknologi pengendalian OPT, dan penggunaan pupuk secara bijak. Hal inilah yang menjadi dasar pertimbangan pemilihan cabe besar sebagai komoditas kegiatan kaji tidak ini.

Kegiatan kaji tindak ini telah dimulai sejak pertengahan bulan April yang diawali dengan pengolahan tanah, penanaman dan pemeliharaan tanaman. Panen tomat dimulai setelah 67 HST dan cabe besar dilakukan pada umur 91 HST. Hingga kegiatan ini dilaksanakan, dari 3226 pohon tomat sudah panen sekitar 2497 kg atau sekitar 60%. Sedangkan untuk cabe besar, dari 8248 pohon baru dipanen sebanyak 2215 kg atau sekitar 30%.

Dalam acara ini kepala BP4KKPD juga memberikan sambutan yang berhubungan dengan kegiatan kaji tindak ini. Menurutnya, tujuan kegiatan kaji tindak ada empat, yaitu : 1) sebagai pembelajaran bagi penyuluh pada khususnya dan petani pada umumnya. Sumber daya petani tergantung dari sumber daya penyuluh, oleh karena itu penyuluh harus terus meningkatkan kemampuan diri. Untuk tujuan itu penyuluh tidak cukup hanya dengan membaca atau mengetahui teorinya saja, namun praktek di lapangan juga penting. 2) menciptakan rasa kebersamaan antara penyuluh, serta penyuluh dengan petani. 3) meningkatkan kemampuan agrobisnis petani. 4) meningkatkan rasa percaya diri penyuluh melalui peningkatan kemampuan dan pengetahuannya.

Dalam kesempatan tersebut kepala BP4KKPD juga menyampaikan harapan dan saran bagi PPL agar dana yang diberikan dapat terus diberdayakan sehingga dapat terus bermanfaat, dan agar setiap kegiatan harus dicatat dan dianalisa seperti berapa jumlah produksi, harga jual dan lain-lain sehingga dapat diketahui berapa keuntungannya. Senada dengan kepala BPP Lingsar dan kepala BP4KKPD, sekertaris camat Lingsar juga memberikan motivasi kepada penyuluh dan petani untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tinjauan langsung ke lahan pertanaman tumpang sari cabe besar dan tomat. (Sumber : Fitrahtunnisa)

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com