Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

Tekno Inovatif
ktt
ePetani
phslb

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Budidaya Tanaman Rosella (Hisbiscus Sabdariffa L.) dan Keunggulannya PDF  Array Cetak Array  E-mail
Oleh Baiq Arie Sudarmayanti dan M. Yunus   
Kamis, 12 Mei 2011 10:36

Tanaman rosella banyak dijumpai di daerah kering dengan penyinaran sinar matahari penuh, dan biasanya tumbuh liar. Tanaman ini pada awalnya hanya digunakan sebagai penghias halaman rumah dan dijadikan mainan buat anak-anak. Kini rosella menjadi tanaman yang sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia, sehingga banyak makanan ditambahkan sari bunga rosella, baik untuk penambah rasa atau pewarna. Pada prinsipnya memang tambahan makanan dari alam jauh lebih sehat karena tanpa bahan kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia.

Pada tahun 2011 ini, Kebun BPTP-NTB telah menerapkan budidaya organik, tanaman yang ditanam di kebun diusahakan tidak menggunakan pupuk dengan kandungan bahan kimia tetapi dengan menggunakan pupuk organik seperti kompos untuk berbagai tanaman yang diusahakan, salah satunya adalah budidaya rosella dengan memanfaatkan lahan yang tersisa misalnya dipinggir-pinggir jalan. Tanaman ini diberikan sedikit pupuk kimia yaitu pupuk NPK dengan tujuan untuk menyeimbangkan penggunaan kompos yang kurang, karena ketersediaan kompos yang terbatas. Budidaya rosella tidaklah begitu sulit, tanaman ini merupakan tanaman semusim dan bisa diperbanyak dari bijinya ataupun stek batang.

Tahapan budidaya rosella yang pertamakali dilakukan adalah dengan membersihkan tanah areal pertanaman, tanah kemudian digemburkan dan dibiarkan beberapa hari. Tanah dicampur dengan pupuk kompos dengan komposisi 200-400 gr/lubang tanam, baru kemudian bisa ditanami tanaman rosella 1 bibit/lubang tanam, dengan jarak 60 cm antar baris. Setelah tanaman ini berumur 35-40 hari diberikan pupuk NPK dengan komposisi 30 gr/pohon dengan cara dikocor. Jika dengan menggunakan biji, biji terlebih dahulu direndam selama 24 jam kemudian disemai di bedengan atau bisa di polibag, setelah semai umur 21 hari, baru dipindahkan ke areal pertanaman yang terkena sinar matahai penuh, dan pemberian pupuk kompos setelah tanaman berumur 2 minggu, dengan komposisi 200-400 gr/pohon. Selanjutnya tanaman perlu diairi dan dibersihkan dari gulma. Dari keragagaman tanaman tampak bahwa tanaman rosella yang mendapatkan sinar matahari penuh, hasilnya lebih tinggi, ini menunjukkan bahwa tanaman ini sangat peka terhadap naungan. Produksi tanaman rosella rata-rata sebanyak 156-182 kuncup bunga/pohon.

Tanaman rosella yang dikonsumsi adalah kelopak bunganya yang berwarana merah terang dan bersifat cepat patah, kelopak bunga ini biasanya dikeringkan terlebih dahulu dibawah terik matahari, baru kemudian dicuci dengan air bersih sehingga debu yang mungkin menempel bisa hilang, dan diseduh dengan air hangat, rasanya agak kecut dan bisa ditambahkan gula atau madu. Selain memanfaatkan bunganya, daun tanaman ini ternyata dapat memberikan rasa asam pada makanan seperti untuk tambahan sayur asam misalnya, dan tidak perlu khwatir lagi akan kandungan nutrisi yang ada dalam bunga rosella dan daunnya ini karena,keduanya memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Kandungan gizi daun dan Bunga Rosella :

Setiap 100 g, buah rosella mengandung 49 calories, 84.5% H2O, 1.9 g protein, 0.1 g fat, 12.3 g karbohidrat, 2.3 g serat, 1.2 g abu, 1.72 mg Ca,57 mg P, 2.9 mg Fe, 300 mg setara b-carotene, dan 14 mg asam ascorbic.

Kandungan gizi kelopak Rosella :

Setiap 100 g kelopak Rosella mengandung 44 Kalori, 86.2% H2O, 1.6 g protein,O.l g lemak, 11.1 g karbohidrat, 2.5 g serat, 1.0 g abu, 160 mg Ca, 60 mg P, 3.8 mg Fe, 285 mg setara beta carotene, 0.04 mg thiamine, 0.6 mg riboflavin, 0.5 mg niacin, dan 14 mg asam ascorbic 7.6% moisture, 24.0% protein, 22.3% lemak, 15.3% serat, 23.8% N-free extract, 7.0% abu, 0.3% Ca, 0.6% P, dan 0.4% S.

Pada tiap 100 g daun rosella mengandung :

43 Kalori, 85.6% H2O, 3.3 g protein, 0.3 g lemak, 9.2 g karbohidrat, 1.6 g serat, 1.6 g abu, 213 mg Ca, 93 mg P, 4.8 mg Fe, 4135 mg setara beta carotene, 0.17 mg thiamine, 0.45 mg riboflavin, 1.2 mg niacin, and 54 mg asam ascorbic.

Manfaat dari Bunga dan Daun :

Rosella mempunyai sifat astrigen dan antiseptik. Bisa digunakan sebagai obat batuk, diare dan berak berdarah. Kandungan vitamin C/asam askorbat yang tinggi membantu tubuh membangun sistim imunisasi/sistem pertahanan melawan penyakit. Makanya baik di minum setiap pagi, sangat membantu stamina tubuh dan menjauhkan diri dari flu dan batuk. Kalo lagi batuk minum rosella, maka lendir akan mudah keluar, dan tidak menyebabkan batuk kering.

Kegunaan lain (biasanya tertulis dibungkusan kemasan rosella) yang biasa dibeli :
- Menurunkan kolesterol dalam darah
- Menurunkan tekanan darah
- Menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes
- Sebagai detoks, menetralkan racun
- Menghambat tumbuhnya kanker
- Menjaga stamina
- Menurunkan tingkat penggumpalan lemak di hati
- Menyeimbangkan berat badan
- Mengurangi panas dalam dan susah buang air besar
- Membantu memulihkan dari ketergantungan obat
- Mengurangi pusing / migraine
- Mengandung multivitamin, termasuk vitamin C dan beta karoten
- Mengobati batuk, diare.

Sumber: http://www.ibujempol.com

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com