Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

300 Teknologi Inovatif
Tekno Inovatif
ktt

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Sinkronisasi Programa Hasil Pengkajian BPTP NTB Di Kabupaten Lombok Utara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh M.F matenggomena   
Kamis, 28 Februari 2019 07:11

Koordinasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan Sikronisasi Programa Penyuluhan  Tahun 2019, serta memantapkan penyusunan programa di tingkat Provinsi, maka tim BPTP NTB terdiri dari Koordinator Penyuluh (Ir. H. Sahram) dan Penyuluh-Penyuluh muda BPTP NTB telah dilaksanakan  pada 21 Februari 2019.  Tim diterima langsung oleh Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, selanjutnya secara bergantian Tim menghadap Kepala Bidang Distribusi dan Ketersediaan Pangan,  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara.

BPTP NTB dalam pelaksanaan kegiatan Sinkronisasi Hasil Litkaji  dengan Programa Pusat dan Daerah, terlebih dahulu melaksanakan koordinasi dan sosialisasi dengan dinas dan instansi terkait.   Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Ir. Gusandri menyampaikan bahwa programa penyuluhan pertanian  Kabupaten Lombok Utara tahun 2020 sedang dalam proses pembahasan dalam bulan Februari ini di tingkat desa.. Hasil perumusan selanjutnya dibahas  di tingkat kecamatan sampai  pertengahan Maret, setelah itu programa akan disususn di tingkat kabupaten.

Koordinator   penyuluh Kabupaten Saiful Ikbal menyampaikan bahwa penyusunan programa   Kabupaten Lombok Utara disesuaikan dengan tema besar pertanian mendukung pariwisata, desa yang berpotensi sebagai obyek wisata dapat didukung dengan penataan lingkungan bernuansa pertanian.   Saiful menyampaikan bahwa, adopsi teknologi petani yang dirasa lambat, pada budidaya padi,  masih ada yang bertahan menggunakan benih padi Ciherang bahkan  masih ada yang menggunakan varietas IR64.  Oleh karena itu dirasa perlu menjalin kerjasama dengan BPTP NTB untuk dapat mengakses varietas unggul baru (VUB) yang mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi.

Jajar  Legowo 2 : 1 yang telah diketahui memiliki keunggulan di beberapa daerah, belum banyak diterapkan oleh petani. Dalam penerapan teknologi,  petani masih membutuhkan bimbingan agar dapat melakukan perubahan terhadap kebiasan lama yang harus sudah  ditinggalkan. Beberapa persoalan yang perlu menjadi perhatian dalam penyebaran teknologi adalah ketika teknologi sudah didukung oleh sarana yang dibutuhkan.  Pengalaman beberapa kelompok tani  yang pernah menjadi kooperator dalam demplot beberapa VUB seperti Inpari 22, 27, 33 dan 32;  akan tetapi  ketika akan mengembangkan, mengalami kesulitan mendapatkan benih tersebut”, tambah Saiful.

Dalam kesempatan ini Feriman, salah seorang penyuluh BPTP NTB   menyampaikan beberapa hal terkait dengan budidaya kedele seperti varietas unggul baru kedelai dengan produktivitas yang tinggi. Menindaklanjuti keterbatasan  VUB di pasaran dalam waktu-waktu tertentu diperlukan adanya program persiapan  penangkar baru agar dapat menyediakan benih. (M.F matenggomena)

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com