Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

Tekno Inovatif
ktt
300 Teknologi Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Berita

Berita Lainnya
Temu Lapang Kajiterap Teknologi Budidaya Padi Di Lahan Kering PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Nurul Agustini dan A.Suryadi   
Rabu, 26 September 2018 06:56

Salah satu metode diseminasi yang masih cukup efektif untuk diterapkan untuk meningkatkan penerapan  suatu teknologi  oleh pengguna adalah dengan metode kaji terap. Kaji terap merupakan kegiatan penerapan paket / komponen teknologi di lahan petani/BPP sebagai wahana pembelajaran, pembuktian dan meyakinkan pada pengguna untuk menerapkan teknologi yang spesifik lokasi.

Temu lapang yang telah dilaksanakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan kaji terap dan Demfarm inovasi pertanian di lahan kering (sawah tadah hujan) yang dilaksanakan Kamis (6/09/ 2018) pada lahan petani Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Temu Lapang ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Bioteknologi dan Genetika (BB Biogen) Dr. Ir Mastur, MSi,  yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov NTB, yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB yang diwakili oleh Dr. M. Nazam.SP.Msi, Koordinator dan penyuluh Provinsi, Koordinator dan Penyuluh Kabupaten Lombok Tengah, Peneliti dan penyuluh BPTP Balitbangtan NTB, Kepala Desa Banyu Urip, PPL Desa Banyu urip, Petani kooperator, dan petani sekitar desa Banyu Urip.

Pada sambutannya Kepala BBiogen menyampaikan bahwa “Untuk meningkatkan produksi padi perlu dukungan curahan keringat dari petani - petani kita dan dan bimbingan dari penyuluh dan juga perlu dukungan teknologi dari lembaga penelitian pertanian. Selain varietas unggul perlu ditunjang oleh teknologi jajar legowo, penggunaan pupuk berimbang, Pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT) terpadu, dan tidak kalah pentingnya prosesing panen untuk meminimalkan kehilangan saat panen”.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov.NTB  diwakili oleh Koordinator Penyuluh Provinsi Bapak Ir. H. Ruslan Msi,  menyampaikan bahwa  program-program pemerintah yang telah dilaksanakan dalam memfasilitasi usahatani kita sudah banyak diantaranya untuk meningkatkan produksi.  Silahkan  Bapak/Ibu menangkap hal itu untuk  peningkatan produksivitas padi, agar  terus tersedia. Alhamdulillh produksi padi di NTB  menjadi penjaga nasional,  ini adalah hasil petani”, demikian disampaikan.

Dalam penjelasan teknis oleh peneliti BPTP Balitbangtan NTB, Dr. H. Suryadi  bahwa paket teknologi yang diterapkan adalah teknologi jajar legowo (Jarwo) 2 : 1 pada lahan  seluas 17 Ha, serta display beberapa varietas padi inpari seperti  varitas 24,40 dan 42 dan pemberian pupuk organik Biosilika dari bahan sekam padi yang dihasilkan dr BB Pasca Panen.

Dari hasil ubinan yang diperoleh (denga teknologi Jarwo) rata-rata sebesar 6,2 t/ha lebih tinggi dibanding cara petani sebesar 5,2 t/ha. Hasil wawancara dengan petani yang hadir pada saat temu lapang, disampaikan bahwa mereka sangat berminat menanam varietas tersebut, disamping itu pemberian pupuk organik Biosilika pada tanaman padi juga cukup memberikan peningkatan hasil padi (Nurul Agustini dan A.Suryadi)

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com