Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

300 Teknologi Inovatif
ktt
Tekno Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Dampak Positif Kaji Terap Teknologi Kedelai Di Hu’u Kabupaten Dompu PDF  Array Cetak Array  E-mail
Oleh Sasongko WR, H Sahram   
Jumat, 24 Agustus 2018 08:29

Kecamatan Hu’u selain dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Dompu, juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi kedelai.  Beberapa tahun terakhir tengah menghadapi kendala benih kedelai dan ketidakstabilan harga kedelai di pasaran.  Hal ini menyebabkan beberapa petani beralih ke jagung yang dianggap menjanjikan dari sisi harga pasar.  Kondisi  inilah yang dihadapi Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian (BPTP) NTB pada saat persiapan pelaksanaan kegiatan Kaji Terap di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.  Berkat tekad yang kuat oleh rekan-rekan penyuluh UPTD Kecamatan Hu’u di bawah pimpinan Ir. Hindro Susanto dan Koordinator Penyuluh bapak Haryono yang tetap bersemangat untuk mempertahankan wilayah Hu’u sebagai produsen kedelai maka kegiatan Kaji Terap Budidaya Kedelai dengan teknologi PTT, TOT dan varietas unggul Anjasmoro (produk Balitbangtan) dilaksanakan secara bersama antara UPTD Kecamatan Hu’u dengan BPTP Balitbangtan NTB.

Penanaman kedelai dilaksanakan pada MK1, saat itu tanpa diduga terjadi kekeringan di wilayah tersebut sehingga dengan upaya menyediakan air untuk lahan membutuhkan biaya tinggi.  Walaupun demikian hasilnya tidak terlalu mengecewakan, bila kondisi biasa produktivitas yang diperoleh 1,5 t/ha; sedangkan  hasil Kaji Terap diperoleh produksi 2 t/ha.  Yang tidak terduga adalah pada saat panen harga bibit di wilayah Kabupaten Dompu meningkat dan terjadi kelangkaan; sedangkan petani membutuhkan bibit untuk MK2.  Dengan pengalaman sebagai Kepala UPTD Kecamatan Hu’u Bersama Koordinator Penyuluh dan PPL Kecamatan Hu’u ; telah mengantisipasi keadaan. Oleh karena itu sehingga sejak penanaman sudah didaftarkan untuk mendapatkan sertifikasi pada Balai Sertifikasi Benih.  Sehingga produksi kedelai yang dihasilkan dapat dijadikan benih untuk memenuhi kebutuhan benih petani di wilayah sekitarnya, bahkan untuk mensuplai kebutuhan benih di wilayah kecamatan lain.

Luas tanam kedelai pada kegiatan Kaji Terap adalah seluas 5 ha sesuai dengan arahan Bapak Kepala Balai yang disampaikan pada saat Workshop Peningkatan Kapasitas Penyuluhan. Dari luasan tanam tersebut menghasilkan benih yang bersertifikat sebanyak kurang lebih 10 ton, sebagian telah dibeli oleh petani yang ditanam pada MK2.  Sehingga UPTD membutuhkan benih unggul kedelai untuk memenuhi kebutuhan benih pada musim tanam berikutnya.  Perlu diketahui bahwa wilayah Kecamatan Hu’u memiliki pola tanam kedelai mulai MH, terutama penangkar benih untuk mengantisipasi kebutuhan benih pada MK1.  Oleh karena itu berdasarkan Surat Permintaan Benih Kedelai berasal dari UPTD Kecamatan Hu’u telah mendapatkan benih kedelai varietas Anjasmoro untuk dikembangkan oleh UPTD Kecamatan Hu’u; Selain itu untuk ujicoba benih kedelai varietas Devon juga telah dikirim ke UPTD Hu’u.

Penyebaran teknologi tidak selamanya berjalan lancar, pada tahap tertentu mengalami kendala dan menghadapi persoalan di tingkat lapangan yang sifatnya spesifik.  Jika kendala tersebut dapat diatasi dengan solusi yang tepat maka selanjutnya penyebaran teknologi akan lebih mudah dilakukan.  BPTP perlu memiliki kemampuan untuk mempelajari situasi karena suatu teknologi apalagi yang bersifat baru dimana sebelumnya petani tidak menggunakannya, menjadi tidak mudah untuk diadopsi dengan cepat. Tetapi suatu teknologi yang dibutuhkan serta melalui bimbingan atau pembinaan dapat mengarahkan petani untuk mengaplikasikan maka penyebarannya menjadi akan lebih mudah, efektif dan efisien untuk menuai keberhasilan dalam mendiseminasikan teknologi kepada pengguna.

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com