Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

Tekno Inovatif
ktt
300 Teknologi Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Varietas Jagung Bima 20 URI Untuk Pangan Dan Pakan PDF  Array Cetak Array  E-mail
Oleh Sasongko WR, Kaharudin, Sahram   
Jumat, 24 Agustus 2018 07:55

Jagung tidak hanya bermanfaat sebagai sumber pangan bagi manusia, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber pakan bagi ternak ruminansia. Jagung Varietas Bima 20 URI (Untuk Rakyat Indonesia) adalah satu dari sekian banyak produk unggulan Badan Litbang Pertanian di sub sektor tanaman pangan.   Varietas ini telah diperkenalkan kepada petani oleh BPTP NTB pada beberapa kegiatan pengkajiannya antara lain Perbenihan, Sekolah Lapang, Kaji Terap yang pelaksanaannya hamper di seluruh wilayah NTB.

Sebagai sumber pangan varietas Bima 20 memiliki potensi hasil 7,5 – 9,3 t/ha (hasil kajian BPTP NTB di Pototano KSB, 2017), dengan bobot 1000 biji sekitar 340 gr. Masak fisiologis pada 102 hari setelah tanam.  Kandungan karbohidrat tanaman 58 – 60 %; protein 15,4% dan sekitar Lemak 12% (BPTP Kaltim, 2017).  Penampilan fisik Bima 20 adalah :  tinggi tanaman dapat mencapai tinggi 213 cm; batangnya bulat dengan diameter 2,2 cm, ukuran tongkol 17-18 cm (hasil di KSB Maret 2017). Karakter tanaman berpotensi sebagai sumber pakan bagi ternak.  Pertumbuhan yang relatif cepat dapat diandalkan untuk sistem integrasi dengan ternak sapi.  Varietas ini tahan terhadap penyakit bulai, toleran penyakit karat dan bercak daun, toleran kekeringan, tahan rebah akar/batang dan stay green yaitu tetap hijau pada saat panen buah.

BPTP NTB telah menerapkan sistem integrasi jagung dengan sapi pada kelompok peternak sapi “Hidup Maju” di Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Program pengembangan ternak sapi yang telah dijalankan oleh pemerintah NTB sejak “PIJAR (Sapi Jagung dan Rumput Laut) kemudian “Bumi Sejuta Sapi” dan yang belakangan merupakan program nasional  “SIWAB” perlu didukung oleh komponen produksi utama yaitu pakan.  Diketahui bahwa dengan meningkatkan populasi sapi tentu harus memiliki sumber pakan yang berkelanjutan.  Sumber pakan alam utama seperti rumput jumlahnya tidak bertambah sehingga tidak mampu menyediakan pakan dimana populasi sapi yang meningkat dan persaingan fungsi lahan.  Lahan pertanian sudah banyak berfungsi sebagai lahan industry dan perumahan, lahan untuk pakan (padang gembala) semakin berkurang karena sudah berubah menjadi lahan pertanian.  Ruang (space) lahan  pertanian untuk menanam hijauan pakan ternak (HPT) sudah tidak memungkinkan karena kepemilikan lahan yang makin sempit.  Oleh karena itu sistem integrasi perlu dikembangkan sebai salah satu solusi untuk menyediakan HPT secara   berkelanjutan.

Potensi jagung Bima 20 dengan system tanam single row jarak tanam 40 x 100 cm akan memiliki lubang tanam sebanyak 4.000 lubang. Penanaman dengan jumlah biji 5 benih per lubang membutuhkan benih sekitar 7-8 kg/ha, memiliki 20.000 tanaman jagung. Untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi 12.000 pohon jagung, 8.000 pohon untuk menghasilkan jagung konsumsi untuk pangan dan juga untuk pakan terutama sebagai bahan baku pakan unggas.

Panen biomasa umur jagung 70-80 hari sudah memiliki buah jagung muda yang bisa dikonsumsi rumah tangga atau dijual.  Biomasa tanaman jagung untuk pakan sapi sedangkan jagung mudanya bisa dikonsumsi berupa jagung rebus, jagung bakar atau bisa menjadi bahan masakan seperti sayur asem dan perkedel.  Dengan tongkol yang besar dan biji yang rapat maka jagung Bima 20 dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan rumah tangga petani dengan manfaat-manfaat yang dimilikinya

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com