Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
Tekno Inovatif
300 Teknologi Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

KRPL Meningkatkan Pendapatan Keluarga Petani PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Admin   
Jumat, 18 Mei 2018 08:59

Untuk memenuhi kebutuhan pangan  keluarga petani dan menambah pendapatannya, sejumlah tenaga penyuluh  disiapkan untuk mendampingi kelompok tani melalui kegiatan Training of Trainer (TOT) Kawasan Rumah Pangan Lestari  (KRPL)  pada Kamis (4/5/ 2018) di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB. Ir  Ibnu Fikh  dari  Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB dan  penyuluh, peneliti  BPTP Balitbangtan NTB menjadi nara sumber dalam kegiatan TOT.

Kapala BPTP Balitbangtan NTB Dr.Ir. M, Saleh Mokhtar dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tugas dan fungsi  tambahan BPTP  berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor 19 tahun 2017 yaitu menyiapkan materi penyuluhan untuk mendiseminasikan hasil pengkajian spesifik lokasi. “TOT ini untuk memberi bekal materi dan praktek  tentang teknologi budidaya tanaman sayuran kepada penyuluh pendamping KRPL”ujar Saleh Mokhtar .

Lebih lanjut Saleh Mokhtar mengungkapkan bahwa KRPL telah dilkasanakan oleh BPTP  NTB  melalui gerakan tanam (Gertam) cabai dan pelihara unggas  di pekarangan rumah  pada tahun 2017, Kegiatan tersebut bekejasama dengan beberapa organisasi wanita di NTB. Pada tahun ini, BPTP Balitbangtan NTB  akan  menyiapkan unggas untuk mensukseskan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja).

Sementara itu  Fikhi menjelaskan bahwa KRPL bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat perdesaan, maka perlu dimotivasi  untuk menanam sayuran di halaman rumahnya dengan polybag,  sehingga hasil yang diperoleh pada saat panen dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Arie Sudarmayanti, SP seorang penyuluh BPTP NTB telah menanam cabai di halaman rumah, hasilnya dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, bisa beramal dengan membagikannya kepada tetangga dan sisanya dijual di agri Mart. “ Pada saat harga cabai naik saya menjualnya dengan harga tiap 100 kg  Rp 10.000,   tapi yang perlu diperhatikan benih cabai harus berlabel  dan ada sentuhan teknologi supaya hasilnya maksimal”, ujar  Ari

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com