Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
300 Teknologi Inovatif
Tekno Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Usaha Tani Ayam Kub Skala Rumah Tangga Sebagai Alternatif Menunjang Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) PDF  Array Cetak Array  E-mail
Oleh Achmad Muzani   
Selasa, 12 Desember 2017 00:00

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan konsep dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan, mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga secara partisipatif dan berkelanjutan (Kementan, 2011). Pekarangan adalah lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal (Kristanti, 2011). Dengan demikian untuk membangun RPL diperlukan pengelolaan sumberdaya yang tersedia secara bijaksana, yang menjamin kesinambungan produksi/ketersediaan bahan pangan (food availability) dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas, nilai dan keanekaragaman (diversity). Penataan pekarangan ditujukan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya melalui pengelolaan lahan pekarangan secara intensif dengan tata letak sesuai dengan pemilihan komoditas dan estetika, sehingga menimbulkan suasana lingkungan yang indah, segar dan nyaman. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan konsep Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) untuk aneka pangan (tanaman, ternak, ikan), dimaknai sebagai upaya membangun kemandirian pangan rumah tangga, pengembangan diversifikasi pangan, konservasi tanaman lokal, pengembangan kearifan lokal, manajemen kebun bibit desa, dan teknik penanganan anomali iklim.  

Memilih komoditas untuk diusahakan dalam pekarangan tergantung dari:  agroekosistem suatu wilayah dimana pekarangan tersebut berada, tergantung dari kebutuhan keluarga dan masyarakat setempat (untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga) , dan yang tidak kalah pentingnya  karena harus mengarah ke agribisnis skala luas (dalam suatu kesatuan wilayah atau kawasan,  misal kawasan Rukun Tetatangga/Dusun/Lingkungann/Desa atau kelurahan) maka komoditas yang dipilih harus berorientasi pasar (untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat).  Secara spesifik komoditas dimaksud dapat digolongkan ke dalam kelompok sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, tanaman obat-obatan,  ikan dan kelompok ternak. Luas lahan pekarangan juga menjadi pertimbangan lainnya, makin luas lahan pekarangan yang dimiliki, maka makin banyak peluang diversifikasi komoditas dan luasan atau skala yang diusahakan, demikian sebaliknya.

+ Selengkapnya

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com