Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
300 Teknologi Inovatif
Tekno Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Temu Lapang UPSUS SIWAB Mendukung Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Potong Di Kabupaten Lombok Timur PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh MF. Matenggomena dan Nurul Agustini   
Selasa, 05 Desember 2017 09:14

Balai Pengkajian Teknologi Pertanain (BPTP) Balitbangtan NTB melakukan tugas dan fungsinya yaitu menyelenggarakan fungsi pelaksanaan pengembangan teknologi spesifik lokasi dan diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan. Salah satu kegiatan diseminasi yang telah dilakukan adalah pendampingan Upaya khusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) dan Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Lombok Timur.

Untuk mempercepat peneyebarluasan teknologi  BPTP Balitbangtan NTB bekerjasama dengan Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur melaksanakan temu lapang pendampingan UPSUS SIWAB mendukung Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi  Potong pada selasa (28/11/2017) di kelompok tani Sambuk Manis Desa Beriri Jarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.  Hadir dalam acara  sekitar 112 peserta  antara lain Wakil Bupati Lombok Timur, Kepala BPTP Balitbangtan NTB, , , Kepala  Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Lombok Timur, Kepala BIB Banyumulek NTB, Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan NTB,Danramil Aikmal, Camat Wanasaba, Kepala Desa Beriri Jarak , Babinsa Desa Beriri Jarak, perwakilan kelompok tani ternak se-Kecamatan Wanasaba, penyuluh pertanian dan paramedik peternakan Kecamatan Wanasaba serta anggota kelompok tani ternak Sambuk Manis.

Disampaikan oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTB Dr.Ir.M.Saleh Mokhtar,MP  bahwa  target UPSUS SIWAB  tahun 2017 untuk Provinsi NTB inseminasi buatan (IB) sebesar 139.995, akseptor bunting 81.197 ekor dan lahir 56.838 ekor, dan berdasarkan keputusan menteri Pertanian BPTP Balitbangtan NTB mendapat tugas untuk melakukan supervise dan pendampingan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa. Menurut Saleh Mokhtar  NTB telah mencapai target tersebut sekitar 70%.

“Dalam proses pendampingan BPTP Balitbangtan NTB juga memperkenalkan inovasi teknologi untuk meningkatkan IB, Frekuensi beranak dan kualitas sapi yang lebih baik dengan memperhatikan manajemen pemberian pakan  dari hijauan yang memiliki kandungan protein yang tinggi (8-13.50%) seperti rumput Mulato ,rumput Raja Super/Odot, Paspalum, rumput Setaria, serta mengintroduksi teknologi pembuatan kompos dari limbah ternak sapi”, demikian Saleh Mokhtar menambahkan.

Lebih lanjut Saleh Mokhtar menjelaskan bahwa temu lapang dilaksanakan dalam rangka pertemuan antara peteni/peternak dengan peneliti, penyuluh, pejabat, petugas terkait untuk bertukar informasi tentang hasil kajian serta pengalaman penerapan teknologi oleh peternak serta mempercepat proses alih teknologi dalam mendukung keberhasilan  pelaksanaan UPSUS SIWAB di NTB.

Semenetara itu Wakil Bupati DRS. Chaerul Warisin, MSi mengharapkan kepada peternak agar terus melakukan inovasi dengan menambah ilmu dan keterampilan tentang teknologi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas sapi melalui  pendekatan kepada tenaga ahli dari BPTP Balitbangtan NTB  serta Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Lombok Timur sehingga swasembada daging sapi dapat terwujud.

Dalam kesempatan yang sama peneliti BPTP Balitbangtan NTB DR. Drh.Nurul Hilmiyati MVs  menjelaskan tentang adopsi teknologi yang telah diintroduksikan kepada peternak seperti Pemberian pakan flushing untuk induk sapi bunting 2 bulan sebelum beranak  dan 2 bulan setelah beranak dengan pemberian dedak secara konsisten setiap hari, sehingga menghasilkan sapi yang sehat, air susu berkualitas dan anaknya berkembang dengan baik. Adopsi teknologi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan anak sapi umur 10 hari yang diberikan dedak beratnya 26,5 Kg, sedangkan anak sapi yang tidak diberikan dedak hanya 16 kg.   , kemudian belajar bersama peternak menghitung tentang ukuran pemberian pakan, dan cara pemberian pakan ternak.  Teknologi lain yang diperkenalkan yaitu pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai bahan pembuatan kompos dan IB sexing untuk menentukan sapi jantan atau betina sesuai keinginan petani.

Acara temu lapang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan mensin jahit karung oleh wakil Bupati Lombok Timur kepada ketua kelompok Sambuk Manis dan penyampaian testimoni dari ketua kelompok tani “Sambuk Manis” Samsul Falah tentang pengalaman penerapan teknologi dari BPTP Balitbangtan NTB dan ungkapan pengalaman pendampingan penerapan teknologi dan umpan balik oleh petugas paramedik Drh Ichwan. Selanjutnya untuk mendapatkan umpan balik dari petani dan peserta temu lapang dilakukan diskusi  tanya jawab yang dimoderatori oleh Kepala BPTP Balitbangtan  NTB. Beberapa pertanyaan disampaikan oleh petani terkait dengan teknologi yang telah diintroduksikan dan mengharapkan agar kegiatan pendampingan juga dapat dilakukan di kelompok lain. Harapan yang sama juga dari ketua kelompok Sambuk Manis  agar pendampinag dai BPTP Balitbangtan NTB dapat terus dilakukan. (MF. Matenggomena dan Nurul Agustini)

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com