Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

Tekno Inovatif
300 Teknologi Inovatif
ktt

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Kunjungan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Bersama Akademisi Universitas Tokyo Dan Industrialis Pengolahan Cabai Dari Tochigi Jepang PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh M.F Matenggomena   
Rabu, 29 November 2017 14:36

BPTP Balitbangtan NTB pada Jum`at (24/11/ 2017) menerima kunjungan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Profesor Budi Indra Setiawan bersama Prof Mizoguchi dari Univeristas Tokyo serta mahasiswanya. Diterima langsung oleh Kepala Balai Dr. Ir. M. Saleh Mohtar, MP. Dalam sambutannya Kepala Balai menyampaikan secara singkat profil BPTP Balitbangtan NTB dan beberapa kegiatan pengkajian yang dilaksanakan di antaranya adalah komoditi cabai. Pada saat terjadi lonjakan harga cabai pemerintah mengadakan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) untuk mengatasi tingginya harga cabai. NTB memiliki varietas cabai lokal terutama jenis cabai rawit, disamping itu benih cabai unggul produksi Badan Litbang Pertanian telah ditanam  dan telah disebarkan berupa bibit kepada masyarakat  selama pelaksanaan Gertam.

Profesor Budi menyampaikan maksud kedatangan ke NTB dalam rangka rencana pengembangan  industri pengolahan cabai dari Otawara, Tochigi  Jepang, merupakan perusahaan pengolahan cabai tertua di Jepang.  Perusahaan membutuhkan bahan baku cabai yang akan dikembangkan di berbagai negara yang sekiranya cocok. Oleh karena itu diharapkan peluang ini dapat dilaksanakan di NTB yang merupakan salah satu daerah produsen cabe.  Pada tahap ini akan diujicoba beberapa varietas cabai baik lokal maupun unggul di lahan visitor plot  BPTP NTB dengan mempelajari kondisi lingkungan menggunakan alat pencatat.  Alat tersebut dipasang di lahan visitor plot budidaya  cabai untuk memonitor kondisi lingkungan seperti suhu, curah hujan dan lainnya.  Data-data yang peroleh nantinya akan menjadi bahan untuk pengembangan jenis varietas cabai yang menjadi bahan baku industri pengolahan cabai di Jepang.

Profesor Mizoguchi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaannya di BPTP NTB. Kedatangannya di NTB adalah yang kedua kalinya, sangat menyukai keadaannya alamnya.  Beliau adalah rekan sealumni Profesor Budi, beliau sangat berharap dapat bekerjasama untuk meneliti dan mengamati beberapa varietas cabai asal Jepang yang akan dikembangkan di NTB.  Data-data yang banyak sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan varietas cabe tersebut. Cabai tersebut merupakan bahan baku utama industri pengolahan caba, tetapi kondisi iklim di Jepang tidak memungkinkan untuk dapat memproduksi cabai sepanjang tahun sehingga seringkali industri kekurangan bahan baku.  Potensi lingkungan NTB untuk tanaman cabai yang cukup baik yang menginisiasi Profesor Budi  bersama BPTP Balitbangtan NTB untuk mencoba mengembangkan tanaman cabai yang mengarah pada industri.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri pula Kepala Dinas Pertanian TanamanPangan Dan Perkebunan Provins iNTB Ir.Husnul Fauzi MSi; Kepala Balai Benih Induk (BBI) Ir. Arlita, Kabid Hortikultura dan wakil dari BPSB. Dalam kesempatan yang sama Husnul Fauzi menuturkan bahwa potensi lahan untuk menanam cabai di NTB sekitar 25.000 hektar, sementara jumlah yang ditanam baru sekitar 12.000 hektar dengan produktivitas 13-20 ton/ha. Menurut  Husnul Fauzi Gubermur NTB menyampaikan kondisi pertanian di NTB saat ini.  Beliau menekankan perlunya  indutrialisasi untuk mengembangkan komoditi hortikultura khususnya cabai di NTB. Dalam diskusi  tentang industrialisasi pengolahan cabai Kadis mengharapkan agar rencana ini dapat direalisasikan  untuk peningkatan pendapatan petani. Pertemuan ini juga dihadiri oleh fungsinal BPTP NTB baik peneliti maupun penyuluh. Selesai pertemuan dilanjutkan dengan pananaman perdana cabai di visitor plot BPTP NTB.

Pada saat kunjungan lapang, tim berkesempatan menemui wakil Bupati Lombok Timur dan berkunjung ke lahan cabai petani Kabupaten Lombok Timur bersama Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur.  Penanggung jawab Upsus Pajale pulau Lombok Dr Mastur dan Provinsi NTT Dr Ani Andayani.

Dalam rangka rencana mendirikan industri pengolahan cabai setidaknya dibutuhkan lahan yang sebaiknya dikelola oleh BUMN lokal berdasarkan rekomendasi dari pemerintah provinsi dan kabupaten, dan membentuk tim  yang menyusun program industrialisasi pengolahan melalui kerjasama antara BPTP Balitbangtan NTB dan Dinas Pertanian, Perkebunan Provinsi NTB. Selanjutnya program tersebut diajukan secara  resmi kepada Menteri Pertanian”, demikian  disarankan Budi.

Wakil Bupati Lombok Timur Drs Chaerul Warisin mengapresiasi  rencana indutrialisasi pengolahan cabai di Kabupaten Lombok Timur serta mengharapkan kesepakatan harga yang sesuai dan menguntungkan petani. Sementara itu Prof Mizoguchi siap membantu petani Lombok Timur dari aspek sains dan teknologi bersama BPTP Balitbantan NTB. (M.F Matenggomena)

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com