Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
Tekno Inovatif
300 Teknologi Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Strategi Diseminasi Teknologi Usahatani Ayam KUB Di Nusa Tenggara Barat PDF  Array Cetak Array  E-mail
Oleh Achmad Muzani   
Kamis, 22 Juni 2017 16:28

Kebutuhan ayam kampung di Nusa Tenggara Barat cukup tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena NTB memiiki makanan khas yang sangat terkenal “Ayam Taliwang” yang menggunakan ayam kampung muda sebagai bahan bakunya. Bisnis kuliner ayam taliwang berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir sejalan dengan berkembangnya daerah NTB sebagai destinasi wisata halal di Indonesia. Perkiraan kebutuhan ayam kampung untuk mensuplai restoran dan rumah makan di  kota Mataram saja mencapai rata-rata 16.000 ekor per hari (Ketua HIMPULI NTB, 2017) belum termasuk untuk konsumsi restoran  dan kebutuhan rumah tangga masyarakat se NTB yang memang gemar makan ayam. Sementara populasi ayam kampung di NTB tahun 2015 sebanyak 6.660.868 ekor, sangat jauh dari kebutuhan. Kebutuhan ayam kampung  ini akan terus meningkat mengingat pertumbuhan ekonomi NTB yang meningkat pesat, adanya pertambahan penduduk dan pertumbuhan sektor pariwisata yang sangat pesat. Salah satu masalah yang dihadapi dalam meningkatkan populasi ayam kampung adalah pertumbuhan ayam kampung lokal yang sangat lambat dan sistem pemeliharaan yang masih tradisional dan bersifat subsisten. Untuk itu maka perlu introduksi jenis ayam kampung  yang memiliki pertumbuhan yang cepat serta serta rekayasa pengelolaan yang baik. . Salah satunya adalah jenis ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB).

Ayam KUB merupakan ayam kampung murni hasil seleksi galur betina selama enam generasi yang dilakukan oleh Balitnak dan dilepas oleh Badan Litbang Pertanian pada tahun 2009. Ayam KUB bersifat dwi fungsi. Sebagai petelur  mempunyai berbagai keunggulan antara lain mulai bertelur pada umur 22 minggu, tingkat konsumsi pakan untuk ayam dewasa yang rendah berkisar 80-100 gr/ekor/hari, kebutuhan protein dan energi hanya 15% dan 2.760 Kkal/kg ransum, ratio konversi pakan terhadap produksi telur 3,8 (g/g), produksi telur 160-180 butir/tahun dengan umur produktif sampai dengan umur 18 bulan.

Sebagai ayam pedaging, ayam KUB mempunyai pertumbuhan yang cepat, kebutuhan protein dan energi hanya 17,5% dan 2.800 Kkal/kg ransum, mencapai berat 0,8-1,1 Kg dalam waktu 10 minggu dengan ratio konversi pakan terhadap pertambahan berat badan 3,3 (g/g).

Tingkat kesukaan ayam KUB bagi konsumen tidak berbeda dengan ayam kampung lokal baik dari segi rasa maupun tekstur daging. Dari sisi bisnis usaha ayam KUB cukup menguntungkan karena untuk mencapai ukuran konsumsi cukup dipelihara selama 40-45 hari sehingga ayam KUB memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan  sebagai pengganti ayam kampung lokal.

Keunggulan ayam KUB tersebut perlu segara di sosialisasikan dan didiseminasikan kepada masyarakat luas guna mempercepat pengembangan ayam KUB di NTB. Oleh karena itu perlu dikembangkan strategi diseminasi pengembangan teknologi ayam KUB yang efektif dan efisien. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang strategi diseminasi ayam KUB yang perlu dikembangkan guna mempercepat hilirisasi inovasi teknologi pertanian kepada pengguna.

+ Selengkapnya...

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com