Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

Tekno Inovatif
ktt
300 Teknologi Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Berita

Berita Lainnya
Inventarisasi Emisi Dan Serapan Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Pertanian Di Provinsi NTB PDF Cetak E-mail
Oleh Ahmad Suriadi   

Perubahan iklim merupakan proses yang terjadi secara dinamik dan terus menerus. Oleh sebab itu, strategi antisipasi dan penyiapan teknologi adaptasi menjadi salah satu target pembangunan pertanian.dalam upaya pengembangan pertanian yang tahan (resilience) terhadap perubahan iklim. Walaupun berkontribusi relatif kecil (sekitar 7%) terhadap emisi GRK nasional, namun sektor pertanian, terutama subsektor tanaman pangan, mengalami dampak yang merugikan (victim) terhadap perubahan iklim yang cukup besar. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi dan kuantifikasi kontribusi sektor pertanian terhadap GRK di Provinsi NTB. Data pertanian selama 11 tahun (2000-2010) yang berhubungan dengan GRK dari berbagai sumber diinventarisasi dan diidentifikasi, kemudian emisi dan serapan GRK di hitung dengan mengacu pada IPCC 2006. Hasil perhitungan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa emisi GRK di Provinsi NTB secara umum berasal dari 3 sumber, yaitu: 1) emisi CH4 akibat penggenangan pada budidaya padi sawah, 2) emisi CO2 dan non-CO2 dari pembakaran limbah pertanian terutama jerami padi, dan 3) emisi N2O dan CO2 dari pemupukan nitrogen (urea). Secara umum, laju emisi CH4 dari penggenangan budidaya tanaman padi meningkat setiap tahun sebesar 509 t th-1 atau 12.725 ton CO2 e/tahun. Emisi CH4 dari penggenangan budidaya padi sawah pada tahun 2010 di Provinsi NTB sebesar 1.329.200 ton CO2 equivalen. Emisi GRK dari pembakaran limbah pertanian terutama dari pembakaran jerami di NTB sebesar 262.334ton CO2 equivalen tahun 2010 dan diperkiraan jumlahnya akan meningkat sebesar 292.553 ton CO2 equivalen pada tahun 2020. Emisi GRK dari penggunaan pupuk di NTB sebesar 89.622,65 ton CO2 tahun 2010 dan emisi ini diperkirakan akan meningkat sebesar 292.553 ton CO2 equivalen pada tahun 2020. Total emisi GRK sektor pertanian di Provinsi NTB sebesar 1.898.461 ton CO2 equivalen tahun 2010 dan diperkirakan emisi GRK akan meningkat menjadi 1.996. 508 ton CO2 equivalen pada tahun 2020. Peningkatan emisi GRK untuk sektor pertanian di NTB dapat ditekan melalui aksi mitigasi dan adaptasi yang tepat. Sebagian besar (70 %) emisi GRK berasal dari sistem penggenangan budidaya padi sawah. Prioritas utama aksi mitigasi untuk menurunkan emisi GRK dari sektor pertanian adalah modifikasi sistem penggenangan menjadi sistem basah kering (alternately wetting and drying). Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan sistem budidaya padi dengan SRI atau PTT.

Kata kunci: GRK, inventarisasi, penggenang lahan sawah, pembakaran jerami, pemupukan N.

+ Selengkapnya...

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com