Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

ktt
300 Teknologi Inovatif
Tekno Inovatif

Download

Kalender Kegiatan

NOEVENTS

Rekonstruksi Dan Revitalisasi System Perbenihan Padi Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Dan Transformasi Pembangunan Pertanian PDF Cetak E-mail
Oleh Ketut Puspadi, Ika Novita Sari, Sylvia Kusumaputri Utami, I Putu Cakra P.A   

Kontribusi Benih Bermutu Dalam Peningkatan Produktivitas Padi

Kedaulatan pangan merupakan prasyarat utama untuk kemajuan suatu Bangsa. Padi merupakan pangan utama bangsa Indonesia. Kementerian Pertanian mentargetkan produksi beras 10 juta ton pada tahun 2014, untuk mewujudkan kedaulatan pangan bangsa Indonesia. Konversi lahan pertanian sekitar 100.000 ha per tahun dan laju peningkatan produktivitas relative rendah yang tidak mampu mengejar peningkatan laju peningkatan jumlah penduduk, merupakan beberapa kendala untuk mencapai target 10 juta ton beras pada tahun 2014.

Peningkatan produktivitas padi melalui program SL-PTT padi yang dimulai sejak tahun 2009, merupakan salah satu upaya untuk mencapai target produksi 10 juta ton beras pada tahun 2014. Target peningkatan produktivitas padi program SL-PTT sekitar 0, 5 -1, 0 ton padi non hibrida. Petani pelaksana Laboratorium Lapang (LL) seluas 1 Ha pada 1 unit SL-PTT mendapatkan bantuan dana pembelian pupuk Urea, NPK, pupuk organic, atau dolomite/kapur putih (bila diperlukan), benih, biaya pertemuan. Petani peserta sekolah lapang hanya mendapatkan bantuan benih yang disediakan oleh Pihak ke tiga (Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 2012). Staf Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai fasilitator dalam program SL-PPT tersebut.

NTB ditargetkan sebagai salah satu provinsi penyumbang pencapaian 10 juta ton beras 2014. Produksi padi provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam 12 tahun terakhir cenderung meningkat dari 1.394.627 ton pada tahun 2000 menjadi 1.898.333 ton pada tahun 2011. Peningkatan produksi tersebut cenderung sejalan dengan peningkatan luas panen dan peningkatan produktivitas (Gambar 1).

Rata-rata produktivitas padi dalam 12 tahun terakhir di NTB sekitar 46,16 kw/ha (Gambar 1). Produktivitas padi sawah di NTB dalam 12 tahun terakhir rata-rata 48, 74 kw/ha, dengan peningkatan produktivitas rata-rata 0,40 kw/ha/tahun (Gambar 2). Produktivitas padi gogo di NTB dalam 12 tahun terakhir rata-rata 28,53 kw/ha, dengan peningkatan produktivitas rata-rata 1,03 kw/ha/tahun (Gambar 3). Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas padi gogo adalah penggunaan varietas padi lahan sawah di lahan gogo, karena tidak tersedianya benih padi gogo di pasaran.

+ Selengkapnya...

 

Video

Joomla Templates by JoomlaVision.com